NAMUINFO.Net – Pengembangan Desa Wisata Namu menuju Pariwisata berkelanjutan, tentu butuh penguatan fundamental salah satunya program pemberdyaan masyarakat dampak dari aktifitas pariwisata yang berjalan. Desa Wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan memandang bahwa kolaborasi Pentahelix lintas sektoral menjadi penting untuk penguatan pengembangan desa wisata yang dimiliki.
Salah satu program pemberdayaan masyarakat yang coba dikolaborasikan melalui kegiatan akademisi. Seperti yang sedang dijalani saat ini, Desa Wisata Namu mendukung salah satu program proposal pemberdayaan masyarakat dari Universitas Muhammadiyh Kendari.

Kepala Desa Namu, Nikson mengatakan bahwa selama ini kami berkolaborasi dengan banyak kampus, baik regional sulwaesi tenggara (sultra) maupun luar Sultra. Salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).
” Ya selama ini desa kami memahami kolaborasi pentahelix salah satunya dengan pihak akademisi menjadi sangat penting untuk pengembangan desa wisata kami. UMK memang sudah lama berkolaborasi dengan desa kami baik formal maupun nonformal. Kampus kampus lain disultra dn luar sultra pun demikian sudah sering berkontibusi untuk desa kami. Di kesempatan ini, kami coba mendukung salah satu proposal pemberdayaan masyarakat di desa namu yang sedang di perjuangan oleh tim akademisi UMK khususnya Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan. Karena wilayah permberdayaannya memilih desa Namu, sehingga kami memberikan dukungan penuh dalam tahapan proposal yang dijalani “, ujar nikson (4/03/3036).
Jika proposal pemberdayaan ini bisa mendapatkan pendanaan, dengan mengusung topik ‘Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Sinergitas Wisata Bahari dan Ekonomi Kreatif dalam mendorong Kemandirian ekonomi Desa Namu sebagai Desa Wisata Unggulan di Kabupaten Konawe Selatan’ maka akan menyasar kelompok nelayan dan kelompok wanita tani di desa wisata namu. (*)
