NAMUINFO.Net,Kendari – Desa Wisata Namu terus bergerak maju dengan segala keterbatasan yang dimiliki hingga saat ini. Membuka jejaring regional, nasional bahkan internasional pun dilakukan sebagai bentuk kratifitas dan inovasi.

Ahmad Nizar Selaku tim pengelola Desa Wisata Namu sekaligus Praktisi Pariwisata Sulawesi Tenggara yang merupakan bagian dari tim konseptor Event Outing Class Internasional di Desa Wisata Namu mengaku, bahwa berjejaring memanfaatkan simbiosis mutualisme yang bernilai positif untuk semua pihak, tentu sangat dibutuhkan oleh Desa Wisata Namu dalam perjalanan menuju desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan konservasi.

” Desa wisata namu sadar, keterbatasan akses jalan dan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu tantangan untuk terus meraih pasar wisatawan. Namun bukan berarti hal itu mematikan semangat inovasi dan kreatifitas dalam menguatkan desa wisata namu untuk terus bergerak maju. Soal infrastruktur yang menjadi kendala sekarang itu kewenangan Pemerintah Kabupaten, sejauh mana mereka melihat masalah itu penting diselesaikan atau tidak. Namun disini saya ingin mengatakan bahwa Desa Wisata Namu bergerak atas dukungan pentahelix pariwisata dari berbagai latar belakang, itulah salah satu kekuatan perjalanan desa wisata ini dari tahun ke tahun. Termasuk rencana kegiatan ini, ini baru tahap awal penggodokan bersama teman-teman tim inti lainnya baik dari akademisi maupun praktisi hingga pemerintah desa namu sendiri, nantinya juga akan ada sosialisasi ke masayarakat desa namu tentang konsep kegiatannya. Yang jelas secara gambaran kegiatan ini bagaimana menjadikan desa wisata Namu sebagai desa wisata disultra yang layak menjadi desa wisata edukasi, berwisata sambil menambah ilmu pengetahuan termasuk memperkenalkan kearifan lokal dan tradisi budaya. Semua konsepnya kembali ke Alam, jadi bukan kegiatan ceremonial semata, karena kami yakin akademisi yang hadir lebih mencari esensi ilmu pengetahuan apa yang bisa didapatkan di namu, sesuai dengan latar belakang disiplin ilmu masing-masing tentunya. Namun yang terpenting saat kami tim inti kegiatan ini tengah berusaha memastikan bahwa perwakilan 8 negara sesuai data awal bisa dipastikan mengikuti kegiatan ini. Jadi intinya itu dulu, kepastian perwakilan 8 negara bisa hadir, dan rencana awal kami targetkan di bulan April 2026 ini ” ungkap nizar.(03/03/2026).

Ahmad Nizar juga menambahkan bahwa, kegiatan ini tentu diharapkan mampu melibatkan teman-teman praktisi dan penggiat pariwisata sultra dalam penguatan kegiatan ini nantinya, ” kami pasti akan memberikan ruang kepada rekan-rekan penggiat sekaligus praktisi pariwisata di sultra untuk bisa bersama sama di kegiatan ini. Kami berharap dari kegiatan ini para peserta akan menjadi corong promosi desa wisata namu untuk bisa go Internasional ” tutupnya.(*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *